Masive Action


Bagi para pengusaha, khususnya pemula, harus menjadikan action atau tindakan (dalam hal ini terkait bisnis) sebagai prioritas. Hal tersebut menjadi sangat penting agar menambah jam terbang, pengalaman sekaligus juga mengetahui berbagai hal sampai wilayah teknis yang perlu dikerjakan. Dalam bahasa motivator bisnis atau buku-buku soal bisnis, perlu melalukan masive action. Action yang terus menerus dilakukan.

Ibarat silat atau olahraga bela diri, action yang terus menerus akan membuat kuda-kuda langkahnya kuat. Selain itu membuat kondisinya terlatih. Jadi, pengusaha pemula itu memang penting untuk terus melatih dirinya dengan action. Apalagi jika mereka yang berasal dari karyawan (e) yang berada di kuadran kiri ingin pindah menjadi businesman (b) di kuadran kanan. Mereka harus melatih dirinya dalam rencana dan action bisnis yang terus dilakukan.

Jika masive action terus dilakukan diharapkan bisa berdampak pada masive income. Pengusaha pemula biasanya masih terlalu banyak ide atau kata 'ingin'. Ingin melakukan ini, ingin mencapai itu, ingin usaha ini, ingin usaha itu. Kata ingin ini harus dilanjutkan dengan tindakan action di lapangan. Bagaimana itu bisa diwujudkan atau direalisasikan. Jadi pengusaha itu harus kaya akan ide. Ide bisnis yang kreatif, menarik perhatian, di luar kotak, bahkan sampai menjadi viral di era media sosial seperti sekarang ini. Selain itu juga harus kaya akan action atau tindakan.

Jangan sampai ide itu hanya berhenti menjadi sebatas ide, angan-angan saja. Namun bagaimana itu diwujudkan dalam bentuk tindakan. Atau jangan hanya menggunakan otak kiri saja, tapi juga otak kanan. Ini menjadi tantangan sebagai pengusaha. Harus punya ide, sekaligus juga punya kemampuan untuk mewujudkan melalui tindakan yang dikerjakan. Ide itu harus diikuti dengan how; bagaimana bisa diwujudkan? Dan itu perlu action. Bukan sebatas dalam otak atau pikiran, apalagi sebatas membaca buku atau internet, lalu selesai. Dengan tindakan kita jadi tahu bahwa ada banyak hal yang harus disiapkan. Seperti modal, mitra yang diajak untuk berbisnis, peralatan yang dibutuhkan, dan lainnya.

Ujung dari tindakan ini adalah kita dipaksa untuk bertemu dengan berbagai orang untuk menopang terlaksananya ide bisnis. Dan itu harus dilakukan. Ketemu dengan si A untuk mengurus ini, ketemu dengan B untuk mengurus itu, dan banyak hal lain yang memang harus dikerjakan. Ada pengusaha yang kuat di ide, dan lemah di tindakan atau action. Ada juga yang kuat di action, namun lemah di ide. Kita berharap bisa memiliki keduanya. Kuat di ide dan kuat di tindakan. Bisa melakukan massive gagasan dan massive action. Disamping itu juga perlu kemampuan manajemen yang baik. A

Banyak pengusaha yang memiliki ide kuat namun sayang dia juga manajer yang buruk. Alhasil pencapaian yang dilakukan tidak sesuai yang diharapkan. Kemampuan kemampuan itu semuanya terkait jam terbang. Semakin banyak jam terbang tentu akan semakin baik. (trisno suhito)



Comments

Popular Posts